Sabtu, 04 Oktober 2014

Hari Raya Kurban di Magelang

Assalamualaikum, Selamat Hari Raya Kurban semuanya… :)

Hari ini, aku mau cerita tentang hari raya kurban. Seperti biasanya, mungkin agak alay ya ceritaku.hehehe

Oke begini ceritanya,

Hari raya ini berbeda dengan hari raya kurban sebelumnya. Yaa, karena aku memperingati hari raya kurban jauh dari keluarga (sedikit aneh memang). Kewajiban melaksanakan PPL membuat aku dan teman-teman agak susah untuk meninggalkan Kota Magelang, kota dimana kita ditempatkan untuk praktik mengajar. Beberapa hari yang lalu, aku sempat ditanya oleh kedua orang tuaku apakah akan pulang kampung atau tidak. Mendengar alasanku, akhirnya ortu mengerti keadaanku disini.

Dari mulai hari jumat hingga hari ini, aku teleponan sama mamah terus, hanya sekadar menayakan kabar, bagaimana menjalani puasa disini, hingga menayakan jarak masjid dari kosku jauh atau tidak. Mamah juga menceritakan bahwa ia sedang mempresto kepala sapi untuk dijadikan asem-asem. Itu sangat membuatku tersiksa, karena asem-asem tulang sapi adalah makanan favorit aku dan papah. :(

Kemudian aku kangen sama kebiasaanku dengan papah yang selalu membeli sate kambing saat hari raya kurban. Padahal orang-orang lebih memilih membakarnya beramai-ramai sama kerabat kan? Tapi pikiranku dan ayah berbeda, kami tak sanggup untuk berepot-repot ria dan menunggu lama untuk makan sate kambing. Emmm….bukannya kami gak sabaran loh ya. Tapi karena satu hal, yaitu setiap kami membakar sate kambing sendiri, kami akan merasa sesak nafas akibat asap arang dan bakaran kita tak sesedap yang dijual di rumah makan sate kambing asli.hahahaha

Oke sekarang fokus ke hari raya kurban. Apa sih itu hari raya kurban?

Menurut pendapatku, hari raya kurban adalah hari dimana kami para muslim berlomba-lomba untuk mengsedekahkan sebagian harta kepada yang kurang mampu melalui perantara hewan kurban. Bahkan berkurban sudah diajarkan oleh Allah pada zaman Nabi Adam, bahkan anak Adam, Habil dan Qobil diperintahkan untuk mempersembahkan kurban kepada Allah. Tidak semua orang yang berkurban akan diterima oleh Allah, karena keikhlasan seseorang didalam berkurbanlah yang akan dilihat oleh Allah. Diantara anak Adampun ada yang diterima dan adapula yang tidak diterima. Habil contohnya, ia mempersembahkan hewan ternaknya yang terbaik. Sedangkan Qobil mempersembahkan buah-buahan yang jelek rupanya. Dari keduanya, hanya kurban Habil yang diterima oleh Allah dan lembu yang terbaik itu diangkat keatas langit.

Setelah beribu tahun sesudahnya, kini Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengurbankan anak semata wayangnya untuk disembelih yang bernama Ismail. Sungguh berat Ibrahim menerima perintah itu, tetapi karena kecintaannya kepada Allah maka Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah tersebut. Sehingga Allah memberikan hadiah kepada Nabi Ibrahim dan Ismail berupa lembu yang sangat sehat dan montok, lembu itu bukan lain lembu pemberian Habil yang dipersembahkan untuk Allah beribu tahun yang lalu. Betapa senangnya Nabi Ibrahim karena tidak jadi kehilangan anaknya Ismail. Padahal Allah memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim bukan lantaran Allah ingin melihat ayah menyembelih anaknya sendiri, tetapi Allah sedang menguji seberapa patuhnya Ibrahim kepada Allah.

Dan hingga sekarang, kewajiban berkurban untuk para muslim yang mampu masih dilaksanakan setiap musim haji tiba, yaitu pada bulan Dzulhijah, tepatnya pada tanggal 10,11,12 Dzulhijah. Sesungguhnya orang-orang yang berkurban karena Allah, hartanya tidak akan berkurang tetapi akan abadi di akhirat nanti. Itu lah mengenai hari raya kurban menurutku, semoga kami diberikan rezki lebih supaya kami para muslim dapat berkurban di jalan Allah. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alaamiin…

Cukup sampai disini ya teman, harapanku hari ini, semoga aku masih diberi umur panjang dan tahun depan aku bisa berkurban serta merayakannya dengan keluarga. Aamiin :)

Wassalamualaikum…..

Salam Alohaaaaa…… :D


Tidak ada komentar :