Selasa, 09 September 2014

Desa Wisata Pulesari - Sleman Yogyakarta


Pagi Selasa yang cerah…. :)

Bagaimana kabar kalian semua? Untuk anak Unnes pastinya masih semangat dengan PPLnya kan?hihihi

Gak kerasa udah satu bulan lebih aku berada di lingkungan salah satu sekolah yang berada di Magelang.

Banyak sekali pengalaman yang aku dapatkan disini, dari mulai susah senang, sehat sampai sakit, ada uang sampai kehabisan uang, dan masih banyak kejadian-kejadian yang terjadi diluar pikiranku.

Oke pada hari Minggu kemaren tanggal 7 September 2014, salah satu SMP Negeri di Kab Tegal mengadakan piknik yang diikuti semua guru dan karyawan, salah satu guru disana adalah ayahku. Jadi pada hari Minggu kemaren ayahku dan adikku piknik ke Yogyakarta. Mengetahui akan hal itu, aku berinisiatif untuk menyusul mereka disana, sekalian ikut nebeng liburan dan makan gratis.hahaha

Nah objek wisata pertama yang dikunjungi rombongan SMP N 5 Adiwerna adalah objek wisata Desa Pulesari. Aku berangkat dari Magelang kira-kira pukul setengah 7 dan menempuh perjalanan kira-kira 1 jam hingga objek wisata tersebut. Aku berangkat dengan Mas Eko, dia adalah lelaki yang multifungsi banget, kadang menjadi sahabat, teman, kakak, dan ayah buat aku. :)
Sesampainya di desa wisata, kami sempat tersesat beberapa kali, karena di lingkungan desa wisata tersebut terdapat lebih dari satu lokasi desa wisata. Jika sudah memasuki kawasan desa wisata, di kanan jalan ada jalan menuju desa wisata kelor, tetapi jika masih lurus ke depan kemudian menemukan belokan ke kiri jalan itu menuju desa agrowisata turi dan jika masih mengikuti jalan lurus dan sesekali berkelok maka kalian akan menemukan desa wisata pulesari.

Setelah muter-muter hampir setengah jam, akhirnya kami menemukan rombongan piknik, ternyata rombongan guru dan karyawan sedang mengikuti permainan untuk melatih konsentrasi dan setelah itu dilanjut senam untuk perenggangan otot. Mereka melakukan senam perenggangan otot karena akan mengikuti kegiatan tracking sungai dan itu harus dengan pembekalan pemanasan yang cukup supaya tidak ada yang cidera saat melakukan tracking sungai.


Berhubung aku dan Mas Eko tidak memakai training, maka kami hanya melihat senam dari atas pendopo dan sesekali adik kecilku mengajak dan menarik tanganku menuju kebun salak untuk memetik salak yang sudah masak. Maka kami pun bergerilya di dalam kebun salak untuk mencari satu-satu mana pohon yang buahnya sudah masak.hihihi



Kemudian kami sempat mengabadikan foto saat di kebun salak, sayang sekali ayah tak bisa ikut berfoto ria karena masih mengikuti senam dengan teman sejawatnya. Setelah senam selesai, aku menghampiri ayah untuk menemaninya minum wedang di pinggir pendopo. Kemudian aku bertanya apakah beliau akan ikut mengarungi sungai atau tidak. Ternyata ayahku takut kepleset di sungai, jadi ayahku memutuskan untuk tidak ikut mengarungi sungai. Ada dua guru yang tidak mengikuti tracking sungai.


Daripada bosan, maka aku dan adikku diikuti oleh Mas Eko berjalan-jalan di sekitar desa dan menemukan sebuah kolam ikan, ternyata ikan yang berada di kolam tersebut adalah jenis ikan yang biasa mengigiti atau menghisap sel kulit mati. Nah akhirnya kami bertiga pun mencoba menceburkan kaki kami ke dalam kolam yang mungkin jauh dari perawatan. Awalnya kami merasa geli dan ingin menaikan kaki lagi ke luar air tetapi lama-kelamaan kamipun terbiasa dengan sensai gigitan ikan-ikan tersebut.


Setelah merasa cukup terapi ikannya, kami pun kembali ke salah satu rumah warga untuk membersihkan kaki dan siap-siap untuk shalat dhuhur. Setelah selesai shalat, kami dan semua teman-teman ayah makan bersama di pinggir kebun salak, dan itu pertama kalinya aku merasakan makan dikelilingi oleh pohon salak, jika ingin cuci mulut tinggal petik saja buah salak dari pohonnya.hahaha

Oya sebelum pulang, para warga berkumpul untuk menawarkan buah salak dari kebunnya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Harga salak per kgnya saat itu 7000 rupiah, ya cukup mahal memang, karena kata penduduk saat ini sedang tidak musim panen.  Jadi harga salaknya masih mahal, ada pula yang menjual makanan olahan dari salak seperti dodol salak dan enting-enting. Aku juga sempat mencicipi bongko salak.

Dodol salak dan Enting-enting

Hmmm…mungkin itu dulu yang bisa aku ceritakan ke kalian, kalau kalian ingin mengunjungi Desa Wisata Pulesari aku sarankan untuk membawa masa yang banyak supaya tambah seru.


Sekian dulu ya, Salam Alohaaaa…… :D

Tidak ada komentar :