Sabtu, 12 Oktober 2013

INHALER dan NEBULIZER


Bagi penderita asma, inhaler adalah salah satu jenis obat semprot yang sangat praktis untuk dibawa kemana saja oleh penyandang asma. Penggunaan inhaler lebih aman dan lebih cepat meredakan asma dibandingkan dengan obat minum. Ada banyak macam inhaler yang ada dipasaran, dan semua jenis itu mempunyai kegunaan masing-masing. Jika Anda mempunyai inhaler, maka Anda harus mengerti cara menggunakan inhaler dengan benar. Terdapat dua jenis utama inhaler: inhaler dosis terukur (metered dose inhaler) dan inhaler serbuk kering.

 jenis inhaler dosis terukur

Inhaler dosis terukur (metered dose inhaler)
Inhaler dosis terukur menggunakan pendorong (propellant) untuk ‘menembakan’ obat ke dalam paru-paru. Petunjuk di bawah ini menunjukkan cara  terbaik untuk menggunakan inhaler dosis terukur:

1.       Kocok inhaler dengan baik.
2.       Lepaskan tutupnya.
3.       Priksa apakah lubang penghisap bersih dari kotoran atau benda asing yang bisa terhisap oleh Anda.
4.       Berdiri atau duduklah dengan tegak dan hembuskan napas.
5.       Rapatkan mulut Anda di sekeliling ujung lubang penghisap.
6.       Tarik napas perlahan-lahan sambil menekan bagian atas inhaler.
7.       Teruskan menarik napas secara perlahan-lahan selama beberapa detik.
8.       Tahan napas selama Anda bisa, atau sampai 10 detik.
9.       Hembuskan napas perlahan-lahan.
10.   Berkumurlah dengan air atau sikatlah gigi Anda.

contoh inhaler serbuk kering

Inhaler serbuk kering
Pada inhaler serbuk kering, obat berbentuk serbuk, bukan aerosol. Alat ini lebih membutuhkan usaha untuk mendorong obat memasuki paru-paru, karena tidak ada pendorong. Oleh karena itu disebut juga dengan inhaler yang digerakkan oleh pernapasan. Petunjuk pemakaian inhaler serbuk kering:
1.       Jangan kocok inhaler. Lepaskan tutup dan pegang inhaler ke arah atas.
2.       Priksa apakah lubang penghisap bersih dari kotoran atau benda asing yang bisa terhisap oleh Anda.
3.       Masukkan obat ke dalam inhaler sesuai dengan intruksi yang diberikan.
4.       Sedikit tengadahkan kepala Anda ke belakang, dan hembuskan napas perlahan-lahan. Berhati-hatilah, jangan sampai napas Anda menghembus ke dalam inhaler karena kelembapan napas Anda bisa menghambat mekanisme kerja alat.
5.       Rapatkan mulut Anda di sekeliling ujung lubang penghisap.
6.       Tarik napas dengan cepat dan dalam.
7.       Lepaskan mulut Anda dari inhaler.
8.       Tahan napas selama Anda bisa, atau sampai 10 detik.
9.       Hembuskan napas perlahan-lahan.
10.   Jika Anda merasa perlu untuk melakukan penghisapan kedua, Anda harus menunggu sampai 30 detik sebelum melakukannya.
11.   Berkumurlah dengan air atau sikatlah gigi Anda.

nebulizer

NEBULIZER
Nebulizer adalah alat yang memompa udara atau oksigen ke dalam suatu obat berbentuk cairan sehingga mengubah obat tersebut menjadi berbentuk uap yang kemudian akan dihisap oleh pasien. Nebulizer bisa meredakan gejala asma dengan segera dan paling sering digunakan untuk mengobati serangan asma berat pada saat dilakukan operasi atau pada kasus-kasus gawat darurat.
Biasanya, nebulizer berupa kontainer plastik kecil yang berisi cairan obat. Suatu kompresor (biasanya dengan tenaga listrik) digunakan untuk memasukkan gelembung udara atau oksigen ke dalam cairan ini untuk mengasilkan uap obat yang halus. Uap obat ini dihembuskan ke dalam paru-paru melalui suatu lubang atau masker wajah.
Penyandang asma biasanya tidak selalu mempunyai nebulizer. Nebulizer harganya mahal, sering kali berukuran besar, dan sulit dijaga agar tetap bersih. Bagi sebagian besar orang, inhaler merupakan alat penghantar obat yang paling praktis. Karena perkembangan zaman yang semakin pesat, sekarang harga alat nebulizer tidak semahal dulu. Harga nabulizer dari Rp. 400,000 sampai Rp. 1,000,000 ke atas. Bentuknya pun semakin praktis dan bisa dibawa kemana-mana menggunakan tas penyimpanan.
Sekarang banyak orang yang lebih memilih perawatan di rumah daripada rumah sakit. Sehingga produk nebulizer juga semakin laris dipasaran. Tetapi penggunaan nebulizer tetap memerlukan konsultasi dokter. Bahan obat untuk nebulizer tetap harus ditentukan oleh dokter, karena menyesuaikan dosis dengan umur dan berat badan, khususnya untuk anak-anak.
Nebulizer tidak hanya dipakai untuk penderita asma, semua penderita sakit pernapasan seperti flu hingga TBC juga bisa menggunakan nebulizer. Menurut dr. Septelina Lasniati Situmorang, “Nebulizer adalah alat berisi obat yang berguna untuk mengencerkan dahak. Alat ini aman dan tidak memiliki efek samping apapun.”
Berbeda dengan Vaporizer
Jika Anda pernah melihat sebuah alat yang cara kerjanya mirip dengan nebulizer, alat tersebut bernama vaporizer. Alat kesehatan ini sama-sama menghasilkan uap, namun perbedaannya ialah vaporizer digunakan tanpa menggunakan masker. Fungsinya hanya untuk mengubah udara di ruangan yang terlalu kering. Karena fungsinya hanya melepaskan uap ke ruangan, vaporizer tidak selalu melepaskan uap yang mengandung obat-obatan. Sayangnya vaporizer untuk penggunaan di rumah masih cukup sulit didapatkan di Indonesia.
Tip Merawat Pasian di Rumah
Untuk merawat seseorang yang mengalami sakit pernapasan secara umum, terdapat hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan agar tidak semakin parah atau menular kepada orang lain. Untuk itu, dr. Septelina berbagi tip sebagai berikut:
-          Gunakan masker. Untuk menyaring debu atau kotoran yang mungkin dapat memperburuk sakit pernapasan. Selain itu mengurangi kemungkinan orang di sekitarnya tertular.
-          Minum obat dengan teratur.
-          Perbaiki sirkulasi udara di ruangan penderita agar tidak lembap.
-          Pastikan cahaya matahari dapat masuk dengan cukup ke ruangan penderita.
-          Jangan buang dahak sembarangan bagi penderita sakit batuk berdahak, yang disebabkan flu atau sakit lainnya.
Diatas adalah macam-macam obat untuk melegakan pernapasan pada penderita asma. Semoga bermanfaat, selamat malam dan salam Alohaaa..... :D
Sumber:
Buku “ASMA” penulis Dr Eleanor Bull dan Profesor David Price.
Tabloid “RUMAH” edisi 272 - XI

Tidak ada komentar :